Kasus Liquid Vape Isi Narkoba, Vaper Merasa Dirugikan
Omnia Slot Agen Poker Online - Sebuah kasus mencuat menarik artis Vicky Nitinegoro terkait cairan atau liquid vape yang diduga mengandung narkoba. Setelah diperiksa lebih lanjut, liquid itu mengandung narkotika golongan 1 atau gorila yang merupakan milik temannya.
Melihat kasus ini, penasehat Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) Dimasz Jeremia mengatakan para vaper merasa dirugikan. Hal ini membuat vape semakin dipandang buruk dan berbahaya bagi kesehatan, padahal tidak.
"Merasa dirugikan banget. Para vaper juga sudah tahu kalau vape itu tidak berbahaya, karena mereka sudah menggunakannya dan merasakan perbedaannya setelah beralih dari rokok konvensional. Jadi jelas aman," ujarnya pada detikcom dan ditulis Sabtu (19/10/2019).
Ia mengungkapkan, di beberapa negara yaitu, Jepang, Inggris, dan New Zealand vape dinyatakan aman. Menurut Dimasz, ketakutan akan vape muncul karena orang-orang itu belum pernah memakainya.
Melihat kasus ini, penasehat Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) Dimasz Jeremia mengatakan para vaper merasa dirugikan. Hal ini membuat vape semakin dipandang buruk dan berbahaya bagi kesehatan, padahal tidak.
"Merasa dirugikan banget. Para vaper juga sudah tahu kalau vape itu tidak berbahaya, karena mereka sudah menggunakannya dan merasakan perbedaannya setelah beralih dari rokok konvensional. Jadi jelas aman," ujarnya pada detikcom dan ditulis Sabtu (19/10/2019).
Ia mengungkapkan, di beberapa negara yaitu, Jepang, Inggris, dan New Zealand vape dinyatakan aman. Menurut Dimasz, ketakutan akan vape muncul karena orang-orang itu belum pernah memakainya.
OMNIA SLOT adalah Situs Tangkas Online,
Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10%
Dimasz menambahkan, selain vaper, seluruh perokok di Indonesia juga ikut merasa dirugikan. Selama ini, mereka mencari jalan keluar agar bisa lepas dari rokok konvensional.
"Seluruh perokok di Indonesia yang baru mendapatkan solusi untuk beralih dari rokok konvensional, kembali harus merasa takut. Takut untuk mencoba vape yang sebenarnya menjadi pilihan yang lebih baik," kata Dimasz.
Hal ini terjadi karena pemerintah tidak mau mengakui bahwa vape bisa jadi solusi yang baik untuk perokok agar lebih sehat. Pemerintah hanya memberikan sikap tanpa adanya penelitian sendiri dan berlandaskan pada kabar dari Amerika Serikat.
"Harusnya diteliti dulu benar atau nggak jangan karena gosip dari Amerika saja. Kalau setelah diteliti vape benar berbahaya, ya berarti itu bener. Tapi, kalau ternyata vape aman dan membantu jutaan orang untuk beralih dari rokok konvensional, dan dengan adanya info itu jadi gagal untuk menolong, itu dosanya luar biasa," imbuhnya.

Komentar
Posting Komentar